
Living Cost
Survival Guide: Realita Biaya Hidup di Denmark
Denmark dikenal sebagai salah satu negara dengan biaya hidup yang relatif tinggi, terutama untuk kebutuhan sehari-hari seperti tempat tinggal, makanan, dan transportasi. Oleh karena itu, memahami gambaran biaya hidup sejak awal sangat penting bagi mahasiswa dan pendatang baru agar dapat mengelola keuangan dengan baik dan realistis.
Bagian ini menyajikan gambaran umum biaya hidup di Denmark, mencakup pengeluaran utama seperti akomodasi, groceries, transportasi, serta kebutuhan sehari-hari lainnya. Informasi ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam menyusun anggaran bulanan dan menyesuaikan gaya hidup selama tinggal di Denmark.
Survey Biaya Hidup di Denmark
PPI Denmark melakukan survei mengenai biaya hidup mahasiswa Indonesia di Denmark pada tahun 2025. Sebanyak 33 responden mengikuti survei ini, di antaranya 63,6% merupakan pelajar master (S2), 30,3% pelajar doktoral (S3), dan 6,1% pelajar sarjana (S1). Dari jumlah tersebut, 45,5% sedang menempuh pendidikan di Aarhus University, 21,2% di University of Copenhagen (UCPH), 18,2% di Technical University of Denmark (DTU), 12,1% di Aalborg University, dan 3% di University of Southern Denmark (SDU). Mayoritas responden tinggal di Aarhus (42,4%), diikuti oleh Copenhagen Metropolitan Area (36,4%), serta kota-kota lain seperti Aalborg, Hjørring, Sønderborg, Odense, dan Viborg. Untuk memudahkan klasifikasi data, hasil studi dibagi ke dalam tiga wilayah: Copenhagen Metropolitan Area, Aarhus, dan wilayah lainnya.
Biaya Akomodasi
Berdasarkan hasil survei tahun 2025, mayoritas responden (63,6%) mengeluarkan biaya sewa di atas 5000 DKK per bulan. Beban biaya ini paling terasa di wilayah Copenhagen Metropolitan Area, di mana 66,7% mahasiswa yang tinggal di sana membayar sewa di atas angka tersebut. Mahasiswa di wilayah lain, seperti Aarhus dan Aalborg, cenderung memiliki pilihan hunian dengan harga lebih terjangkau. Selain itu, sebagian besar mahasiswa harus membayar biaya awal berupa deposit dan sewa bulan pertama. Sebanyak 48,5% responden melaporkan membayar deposit sebesar 3 bulan sewa, sementara sisanya membayar 1–2 bulan atau lebih dari 3 bulan. Jika menggunakan sewa 6000 DKK sebagai acuan, maka mahasiswa perlu menyiapkan sekitar 24.000–30.000 DKK di awal masa sewa (tergantung ketentuan deposit dan pembayaran pertama). Data ini menegaskan pentingnya perencanaan keuangan yang matang sebelum menempuh studi di Denmark, terutama bagi yang memilih tinggal di ibu kota atau sekitarnya.
Biaya Transportasi
Pilihan transportasi mahasiswa Indonesia di Denmark sangat dipengaruhi oleh efisiensi biaya dan aksesibilitas. Berdasarkan survei, moda transportasi paling populer adalah sepeda, yang digunakan oleh 39,4% responden. Transportasi umum (bus, metro, dan kereta) berada di posisi kedua dengan 30,3%, diikuti oleh berjalan kaki (12,1%), serta kombinasi sepeda dan transportasi umum (12,1%). Hanya sebagian kecil, yakni 6,1%, yang menggunakan kendaraan pribadi. Data ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memilih moda transportasi yang hemat biaya dan ramah lingkungan.
Terkait pengeluaran, 36,4% responden menghabiskan kurang dari 300 DKK per bulan untuk transportasi, sementara sekitar 48,5% membayar antara 301 hingga 700 DKK. Hanya 3% yang mengeluarkan lebih dari 700 DKK per bulan. Menariknya, 12,1% responden sama sekali tidak mengeluarkan biaya transportasi karena sepenuhnya berjalan kaki atau bersepeda. Ini menunjukkan bahwa lokasi tempat tinggal yang strategis atau preferensi terhadap transportasi non-motorized memberikan keuntungan ekonomi yang signifikan.
Sistem transportasi umum Denmark menggunakan sistem zonasi, di mana biaya perjalanan ditentukan berdasarkan jumlah zona yang dilalui. Tiket standar dua zona berharga 28 DKK, namun mahasiswa yang sering berkomute biasanya menggunakan Commuter Pass bulanan dengan biaya mulai dari 520 DKK (2 zona), 690 DKK (3 zona), hingga lebih dari 750 DKK untuk zona yang lebih luas. Maka dari itu, semakin jauh jarak tempat tinggal dari kampus, semakin besar pula beban biaya transportasi yang harus ditanggung.
Biaya Makan
Biaya makan di luar rumah sangat bervariasi tergantung kota tempat tinggal. Di wilayah Copenhagen Metropolitan Area, sebagian besar responden mengalokasikan antara 100–200 DKK untuk satu kali makan—dengan masing-masing 4 orang menghabiskan 101–150 DKK dan 151–200 DKK. Hanya sedikit yang mampu makan dengan biaya lebih rendah, yakni 2 orang membayar 50–100 DKK, 1 orang di bawah 50 DKK, dan 1 orang lainnya bahkan menghabiskan lebih dari 200 DKK untuk sekali makan.
Sementara itu, mahasiswa di Aarhus cenderung memiliki pengeluaran makan yang lebih rendah. Sebanyak 9 responden makan dengan biaya 50–100 DKK, 3 orang menghabiskan 101–150 DKK, dan hanya 1 responden masing-masing yang menghabiskan di kisaran 151–200 DKK dan lebih dari 200 DKK. Di kota Aalborg, sebagian besar responden juga menghabiskan 50–150 DKK per makan. Kota-kota lain seperti Hjørring, Sønderborg, dan Odense menunjukkan pola pengeluaran yang lebih rendah, dengan kecenderungan berada di kisaran 50–100 DKK atau bahkan di bawah 50 DKK.
Data ini mengindikasikan bahwa makan di luar cenderung lebih mahal di Copenhagen dibanding kotakota lain. Faktor seperti lokasi, jenis restoran, serta pilihan gaya hidup turut memengaruhi pengeluaran makan. Sebagai alternatif, banyak mahasiswa memilih memasak sendiri di rumah sebagai strategi penghematan, terutama di kota-kota besar dengan biaya makan di luar yang tinggi.
Biaya Kebutuhan Rumah Tangga
Biaya kebutuhan rumah tangga—seperti sabun, deterjen, dan perlengkapan kebersihan—umumnya masih terjangkau bagi mahasiswa Indonesia di Denmark. Hasil survei tahun 2025 menunjukkan bahwa hampir setengah dari responden (45,5%) mengalokasikan kurang dari 200 DKK per bulan untuk keperluan ini, sementara 36,4% lainnya menghabiskan antara 200–400 DKK. Hanya sebagian kecil mahasiswa (18,2%) yang mengeluarkan lebih dari 400 DKK per bulan.
Mahasiswa yang tinggal di Aarhus dan Copenhagen Metropolitan Area menunjukkan rentang pengeluaran yang lebih beragam, mulai dari sangat hemat hingga lebih dari 600 DKK per bulan. Sementara itu, di kota-kota lain seperti Odense, Sønderborg, dan Viborg, pengeluaran umumnya tidak melebihi 400 DKK. Data ini mengindikasikan bahwa faktor lokasi dan preferensi pribadi memengaruhi seberapa besar mahasiswa membelanjakan untuk kebutuhan rumah tangga, namun secara umum pos pengeluaran ini masih relatif stabil dan dapat diatur dengan mudah.
Biaya Kesehatan
Sebagian besar layanan kesehatan di Denmark, termasuk konsultasi dengan dokter umum, dapat diakses secara gratis oleh mahasiswa internasional yang telah memiliki yellow card—kartu asuransi kesehatan yang diperoleh setelah terdaftar dengan Nomor Identitas Nasional (CPR). Namun, pengeluaran pribadi seperti obat-obatan, multivitamin, atau layanan tambahan tetap menjadi tanggungan mahasiswa. Meskipun obat-obatan disubsidi, mahasiswa masih harus menanggung sekitar 25–50% dari harga aslinya.
Dari hasil survei tahun 2025, sekitar 45,5% responden menghabiskan kurang dari 100 DKK per bulan untuk kebutuhan kesehatan, dan 39,4% mengalokasikan antara 100–300 DKK. Hanya sebagian kecil yang mengeluarkan lebih dari 300 DKK. Pengeluaran lebih tinggi umumnya terjadi di wilayah Copenhagen Metropolitan Area, sementara mahasiswa di kota-kota seperti Aarhus dan Aalborg cenderung memiliki pengeluaran yang lebih rendah dan stabil.
Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun akses layanan kesehatan cukup baik di Denmark, mahasiswa tetap disarankan untuk menyisihkan anggaran sekitar 100–300 DKK per bulan untuk kebutuhan medis dasar dan tidak terduga. Langkah ini penting terutama bagi yang rutin mengonsumsi suplemen, obat tertentu, atau tidak memiliki asuransi tambahan.
Biaya Sandang
Berdasarkan hasil survei, sekitar 24,2% responden menghabiskan kurang dari 500 DKK per tahun untuk membeli pakaian. Pengeluaran ini sangat minim jika dibandingkan dengan pengeluaran lain, dan mencerminkan gaya hidup hemat yang umum di kalangan pelajar.
Sebanyak 18,2% responden mengalokasikan 500–1000 DKK per tahun, dan 24,2% lainnya menghabiskan antara 1001–2000 DKK. Menariknya, sepertiga dari responden (33,3%) justru membelanjakan lebih dari 2000 DKK per tahun untuk kebutuhan pakaian, yang bisa jadi mencerminkan kebutuhan musim dingin, gaya hidup tertentu, atau sekadar pembelian barang-barang sekali pakai dalam jumlah besar.
Pengeluaran ini sangat dipengaruhi oleh preferensi pribadi, kemampuan finansial, serta kebutuhan fungsional, seperti pakaian musim dingin yang harganya cenderung lebih tinggi.
Biaya Olahraga
Meskipun aktivitas fisik menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat Denmark, mayoritas mahasiswa Indonesia (63,6%) tidak memiliki langganan gym atau klub olahraga berbayar. Sebanyak 36,4% responden tercatat memiliki langganan gym atau klub olahraga. Di antara mereka, mayoritas (75%) membayar kurang dari 350 DKK per bulan, sementara 25% lainnya membayar antara 350–500 DKK. Tidak ada responden yang melaporkan membayar lebih dari 500 DKK per bulan untuk keperluan ini.
Biaya Kegiatan Sosial
Kegiatan sosial seperti makan bersama teman, menghadiri acara musik, bergabung dalam klub atau organisasi, dan aktivitas rekreasi lainnya merupakan bagian penting dari kehidupan mahasiswa. Namun, pengeluaran untuk kebutuhan ini sangat bervariasi antar individu. Berdasarkan survei tahun 2025, mayoritas mahasiswa Indonesia di Denmark (51,5%) menghabiskan kurang dari 300 DKK per bulan untuk kegiatan sosial.
Sebanyak 24,2% mengalokasikan antara 300–500 DKK, sedangkan 24,2% lainnya mengeluarkan lebih dari 500 DKK per bulan—baik dalam kisaran 501–700 DKK maupun lebih dari 700 DKK. Ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar mahasiswa menjaga pengeluaran sosial tetap rendah, ada juga yang lebih aktif secara sosial atau menghadiri acara dengan biaya lebih tinggi.
Tabel Hasil Survey
No | Komponen Biaya | Biaya per Area (DKK) | ||
|---|---|---|---|---|
Copenhagen Metropolitan Area | Aarhus | Lain-lain | ||
1 | Biaya Sewa Tempat Tinggal/ Akomodasi | 5.688 | 3.840 | 5.300 |
2 | Transportasi | 381 | 311 | 400 |
3 | Biaya Makan Masak di Rumah* | 2.219 | 1.706 | 2.111 |
4 | Biaya Makan di Luar (4x/bulan) | 548 | 424 | 516 |
5 | Biaya Kebutuhan Rumah Tangga | 313 | 282 | 280 |
6 | Biaya Kesehatan | 242 | 152 | 140 |
7 | Biaya Sandang | 121 | 121 | 109 |
8 | Biaya Olahraga | 317 | 283 | 262 |
9 | Biaya Kegiatan Sosial | 394 | 414 | 343 |
10 | Biaya Internet* | 114 | 102 | 209 |
Perkiraan Total Biaya | 10.337 | 7.635 | 9.670 |
Estimasi Minimum Biaya Hidup di Denmark Berdasarkan Sumber Resmi
Beberapa universitas dan Numbeo memberikan gambaran perkiraan biaya hidup minimum di Denmark, yang dapat dilihat pada tabel berikut.
Area | Estimasi Biaya Hidup per Bulan | Sumber Informasi | Terakhir Diperbarui |
|---|---|---|---|
Denmark(Rata-rata) | 15.987 | Maret 2025 | |
Copenhagen Metropolitan Area | 11.450 (9.500-13.400) | Tidak diketahui | |
Copenhagen Metropolitan Area |
| 7 Juli 2022 | |
Copenhagen Metropolitan Area | 17.899 | Maret 2025 | |
Aarhus | 7.700 | 12 Maret 2025 | |
Aarhus | 11.043 | Maret 2025 | |
Roskilde | 8.000 | Maret 2022 |
Ringkasan Estimasi Biaya Hidup di Denmark (Survei, Universitas, dan Numbeo)
Dengan menggabungkan hasil survei, referensi universitas, dan Numbeo, disusun ringkasan estimasi biaya hidup yang dapat dilihat pada tabel di bawah. Perlu diingat bahwa angka ini belum termasuk biaya hiburan dan pengeluaran tak terduga.
No | Sumber Informasi | Biaya per Area (DKK) | ||
|---|---|---|---|---|
Copenhagen Metropolitan Area | Aarhus | Lain-lain | ||
1 | Hasil Survei | 10.337 | 7.635 | 9.670 |
2 | Universitas | 13.797 | 7.700 | 8.000 |
3 | Numbeo | 17.899 | 11.043 | 15.987 |
Rata-rata | 14.011 | 8.793 | 11.219 |